Senin, 03 April 2017

Hujan

Hujan

Hujan, kau datang bak orang asing yang tak tahu malu
Disaat panas berkepanjangan dan daun - daun serta tanah merintih akibat kekeringan
Hujan, akhirnya kau menemukanku
Derasmu membuat suasana usang nan berdebu seolah hilang
Kau obati bilur ini dengan basahmu
Kau sertakan hawa - hawa kehangatan dalam dinginmu

Namun hujan, disaat dinginmu menjadi hangat
Dan basahmu menjadi lumrah untuk tubuhku
Aku terhentak, teringat kembali olehku akan kemarau yang pernah lama singgah
Sudikah kau mencegahnya jika ia kembali wahai hujan?

Hujan, mengapa kau hentikan semua ini?
Dinginmu yang hangat kembali dingin, bahkan membeku
Bilur yang kau basahi kembali mengering, bahkan rapuh
Fajar sandekala mulai terlihat pertanda kemarau akan kembali singgah
Namun mengapa kau diam saja?
Haruskah aku pergi mencegahnya dan menarik kembali deras kengkawanmu yang terlanjur pergi?

Mustahil
Langit sudah menjingga, dan kau tetaplah dingin
Kemarau yang kutakutkan singgah kembali.

RizkyMard
3 / 4 / 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar